NASKAH UUD 1945 SETELAH AMANDEMEN (PERUBAHAN)

(1)     Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi
atas daerah-daerah propinsi dan daerah propinsi itu dibagi atas kabupaten dan
kota, yang tiap-tiap propinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan
daerah, yang diatur dengan undang-undang.**)
(2)     Pemerintahan daerah propinsi, daerah
kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut
asas otonomi dan tugas pembantuan. **)
(3)     Pemerintahan daerah propinsi, daerah
kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang
anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. **)
(4)     Gubernur, Bupati, dan Walikota
masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah propinsi, kabupaten, dan kota
dipilih secara demokratis. **)
(5)     Pemerintahan daerah menjalankan otonomi
seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan
sebagai urusan Pemerintah. **)
(6)     Pemerintahan daerah berhak menetapkan
peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan
tugas pembantuan. **)
(7)     Susunan dan tata cara penyelenggaraan
pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang. **)
          **) Perubahan II 18 Agustus 2000.
(1)     Hubungan wewenang antara pemerintahan pusat
dan pemerintahan daerah propinsi, kabupaten, kota, atau antara propinsi dan
kabupaten dan kota, diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan
dan keragaman daerah. **)
(2)     Hubungan keuangan, pelayanan umum,
pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintahan pusat
dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras
berdasarkan undang-undang. **)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000.
(1)     Negara mengakui dan menghormati
satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa
yang diatur dengan undang-undang. **)
(2)     Negara mengakui dan menghormati
kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya
sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang. **)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000.
Berikut ini naskah Bab
VII UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR)
(1)     Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih
melalui pemilihan umum. **)
(2)     Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur
dengan undang-undang. **)
(3)     Dewan Perwakilan Rakyat bersidang
sedikitnya sekali dalam setahun. **)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000
(1)     Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan
membentuk Undang-undang.*)
(2)     Setiap rancangan Undang-undang dibahas oleh
Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. *)
(3)     Jika rancangan Undang-undang itu tidak
mendapat persetujuan bersama, rancangan Undang-undang itu tidak boleh diajukan
lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. *)
(4)     Persidangan mengesahkan rancangan
Undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi Undang-undang. *)
(5)     Dalam rancangan undang-undang yang telah
disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh
hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui, rancangan
undang-undang tersebut sah menjadi Undang-undang dan wajib diundangkan. *)
*) Perubahan I 19
Oktober 1999

(1)     Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi
legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. **)
(2)     Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak
yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, Dewan Perwakilan
Rakyat mempunyai hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. **)
(3)     Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal
lain Undang-Undang Dasar ini, setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai
hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, serta hak imunitas. **)
(4)     Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan
Perwakilan Rakyat dan hak anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam
undang-undang. **)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000.
Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan Undang-undang.*)
* Perubahan I 19
Oktober 1999
(1)    
Dalam
hal ikhwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan
pemerintah sebagai pengganti undang-undang.
(2)    
Peraturan
Pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam
persidangan yang berikut.
(3)    
Jika
tidak mendapat persetujuan, maka Peraturan Pemerintah itu harus dicabut.
Ketentuan lebih
lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur dengan undang-undang.**)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000.
Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat dan
tata caranya diatur dalam undang-undang.**)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000.
Berikut ini naskah Bab
VII-A UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Dewan Perwakilan Daerah
   (1)  Anggota
Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum. ***)
   (2)  Anggota
Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh
anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota
Dewan Perwakilan Rakyat. ***)
   (3)  Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya
sekali dalam setahun. ***)
   (4)  Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah
diatur dengan undang-undang. ***)
***) Perubahan III 9
November 2001.
   (1)  Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan
kepada Dewan Perwakilan Rakyat rancangan undang-undang yang berkaitan dengan
otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta
penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi
lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. ***)
   (2)  Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas
rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan pusat
dan daerah; pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber
daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan
daerah; serta memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas
rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan rancangan
undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama. ***)
   (3)  Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan
atas pelaksanaan undang-undang mengenai : otonomi daerah, pembentukan,
pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan
sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran
pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan, dan agama serta menyampaikan
hasil pengawasannya itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan
pertimbangan untuk ditindaklanjuti. ***)
   (4)  Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat
diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat dan tata caranya diatur dalam
undang-undang. ***)
***) Perubahan III 9
November 2001.
Berikut ini naskah Bab
VII-B UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Pemilihan Umum
   (1)  Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung,
umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. ***)
   (2)  Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih
anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil
Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. ***)
   (3)  Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota
Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah
partai politik. ***)
   (4)  Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota
Dewan Perwakilan Daerah adalah perseorangan. ***)
   (5)  Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu
komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. ***)
   (6)  Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum
diatur dengan undang-undang. ***)
          ***) Perubahan III 9 November 2001.
Berikut ini naskah Bab
VIII UUD 1945 yang telah diamandemen tentang hal Keuangan
(1)     Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan
undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. ***)
(2)     Rancangan undang-undang anggaran pendapatan
dan belanja negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan
Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah. ***)
(3)     Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui
rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara yang diusulkan oleh Presiden,
Pemerintah menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu. ***)
***) Perubahan III 9
November 2001
          Pajak
dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan
undang-undang. ***)
***) Perubahan III 9 November 2001.
          Macam
dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang. ****)
****) Perubahan IV 10 Agustus 2002
          Hal-hal
lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang. ***)
***) Perubahan III 9 November 2001.
          Negara
memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan, tanggung
jawab, dan independensinya diatur dengan undang-undang. ****)
****) Perubahan IV 10 Agustus 2002.
Berikut ini naskah Bab
VIIIA UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Badan Pemeriksa Keuangan
   (1)  Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab
tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan
mandiri. ***)
   (2)  Hasil pemeriksa keuangan negara diserahkan
kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah, sesuai dengan kewenangannya. ***)
   (3)  Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti
oleh lembaga perwakilan dan/atau badan sesuai dengan undang-undang. ***)
          ***) Perubahan III 9 November 2001.
   (1)  Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh
Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan
Daerah dan diresmikan oleh Presiden. ***)
   (2)  Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari
dan oleh anggota. ***)
          ***) Perubahan III 9 November 2001.
   (1)  Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu
kota negara, dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. ***)
   (2)  Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan
Pemeriksa Keuangan diatur dengan undang-undang. ***)
          ***) Perubahan III 9 November 2001.
Berikut ini naskah Bab
IX UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Kekuasaan Kehakiman
(1)     Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan
yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan
keadilan. ***)
(2)     Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah
Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan
peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer,
lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. ***)
(3)     Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan
dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang. ****)
***)
Perubahan III 19 November 2001
****)
 Perubahan IV 10 Agustus 2002.
   (1)  Mahkamah Agung berwenang mengadili pada
tingkat kasasi, meguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang
terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh
undang-undang.***)
   (2)  Hakim Agung harus memiliki integritas dan
kepribadian yang tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang
hukum. ***)
   (3)  Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial
kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya
ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. ***)
   (4)  Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih
dari dan oleh hakim agung. ***)
   (5)  Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum
acara Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya diatur dengan
undang-undang. ***)
          ***) Perubahan III 19 November 2001.
   (1)  Komisi Yudisial bersifat mandiri yang
berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain
dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta
perilaku hakim. ***)
   (2)  Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai
pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan
kepribadian yang tidak tercela. ***)
   (3)  Anggota Komisi Yudisial diangkat dan
diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. ***)
   (4)  Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi
Yudisial diatur dengan undang-undang. ***)
***) Perubahan III 9
November 2001.
   (1)  Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada
tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji
undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga
negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus
pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan
umum. ***)
   (2)  Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan
atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden
dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar. ***)
   (3)  Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang
anggota hakim konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden, yang diajukan
masing-masing tiga orang oleh Mahkamah Agung, tiga orang oleh Dewan Perwakilan
Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden. ***)
   (4)  Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi
dipilih dari dan oleh hakim konstitusi. ***)
   (5)  Hakim Konstitusi harus memiliki integritas dan
kepribadian yang tidak tercela, adil, negarawan yang menguasai konstitusi dan
ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat negara. ***)
   (6)  Pengangkatan dan pemberhentian hakim
konstitusi, hukum acara serta ketentuan lainnya tentang Mahkamah Konstitusi
diatur dengan undang-undang. ***)
***) Perubahan III 9
November 2001.
Syarat-syarat untuk
menjadi dan untuk diberhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan Undang-undang.
Berikut ini naskah Bab
IXA UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Wilayah Negara
Negara Kesatuan
Republik Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan
wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. **)
**) Perubahan II, 18
Agustus 2000.
Berikut ini naskah Bab
X UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Warga Negara dan Penduduk
WARGA NEGARA DAN
PENDUDUK
(1)  Yang 
menjadi  warga  negara 
ialah  orang-orang  bangsa 
Indonesia  asli  dan 
orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga
negara
(2)     Penduduk ialah warga negara Indonesia dan
orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.**)
(3)     Setiap warga negara dan penduduk diatur
dengan undang-undang.**)
**) Perubahan II 18
Agustus 2000
(1)    
Segala
warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2)    
Tiap-tiap
warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
(3)    
Setiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.***)
          ***) Perubahan III 9 November 2001
Kemerdekaan
berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan
sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang.
Berikut ini naskah Bab
XA UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Hak Asasi Manusia
Setiap orang berhak
untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.**)
**)
Perubahan II 18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang berhak membentuk keluarga dan
melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. **)
   (2)  Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup,
tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui
pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat
dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. **)
   (2)  Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya
dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa,
dan negaranya. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan,
perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di
hadapan hukum. **)
   (2)  Setiap orang berhak untuk bekerja serta
mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. **)
   (3)  Setiap warga negara berhak memperoleh
kesempatan yang sama dalam pemerintahan. **)
   (4)  Setiap orang berhak atas status
kewarganegaraan. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat
menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya,
serta berhak kembali. **)
   (2)  Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini
kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. **)
   (3)  Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,
berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
Setiap orang berhak
untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan
lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki,
menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis
saluran yang tersedia. **)
**)
Perubahan II 18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang berhak atas perlindungan diri
pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah
kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman
ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. **)
   (2)  Setiap orang berhak untuk bebas dari
penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak
memperoleh suaka politik dari negara lain. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan
batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat
serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. **)
   (2)  Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan
perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna
mencapai persamaan dan keadilan. **)
   (3)  Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang
memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
**)
   (4)  Setiap orang berhak mempunyai hak milik
pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang
oleh siapa pun. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
   (1)  Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak
kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut
atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apa pun. **)
   (2)  Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang
bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan
terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. **)
   (3)  Identitas budaya dan hak masyarakat
tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. **)
   (4)  Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan
pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah. **)
   (5)  Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi
manusia dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi
manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
   (1)  Setiap orang wajib menghormati hak asasi
manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. **)
   (2)  Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap
orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang
dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak
dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan
moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat
demokratis. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
Berikut ini naskah Bab
XI UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Agama
(1)    
Negara
berdasar atas Ketuhahan Yang Maha Esa.
(2)    
Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing
dan untuk beribadat menurut agamnya dan kepercayaannya itu.
Berikut ini naskah Bab
I UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Pertahanan dan Keamanan Negara
PERTAHANAN DAN
KEAMANAN NEGARA
(1)     Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib
ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. **)
(2)     Untuk pertahanan dan keamanan negara
dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara
Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan
utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung. **)
(3)     Tentara Nasional Indonesia terdiri atas
Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas
mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. **)
(4)     Kepolisian Negara Republik Indonesia
sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas
melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. **)
(5)     Susunan dan kedudukan Tentara Nasional
Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara
Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam
menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan
dan keamanan diatur dengan undang-undang. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000
Berikut ini naskah Bab
I UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Pendidikan dan Kebudayaan
PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
(1)     Setiap warga negara berhak mendapat
pendidikan. ****)
(2)     Setiap warga negara wajib mengikuti
pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. ****)
(3)     Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan
dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
yang diatur dengan undang-undang. ****)
(4)     Negara memprioritaskan anggaran pendidikan
sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara
serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan
penyelenggaraan pendidikan nasional. ****)
(5)     Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk
kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. ****)
****) Perubahan IV 10
Agustus 2002
(1)     Negara memajukan kebudayaan nasional
Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam
memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. ****)
(2)     Negara menghormati dan memelihara bahasa
daerah sebagai kekayaan budaya nasional. ****)
* Perubahan IV 10
Agustus 2002
Berikut ini naskah Bab
XIV UUD 1945 yang telah diamandemen Perekonomian Nasional dan
Kesejahteraan Sosial
 PEREKONOMIAN NASIONAL DAN
(1)    
Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2)    
Cabang-cabang
produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
(3)    
Bumi
dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
(4)    
Perekonomian
nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip
kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan,
kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi
nasional. ****)
(5)    
Ketentuan
lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. ****)
****) Perubahan IV
10 Agustus 2002.
   (1)  Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar
dipelihara oleh negara. ****)
   (2)  Negara mengembangkan sistem jaminan sosial
bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu
sesuai dengan martabat kemanusiaan. ****)
   (3)  Negara bertanggung jawab atas penyediaan
fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. ****)
   (4)  Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan
pasal ini diatur dalam undang-undang. ****)
          ****) Perubahan IV 10 Agustus 2002
BENDERA, BAHASA, DAN
LAMBANG NEGARA,
Bendera Negara
Indonesia ialah Sang Merah Putih.
Bahasa Negara ialah
Bahasa Indonesia.
Lambang Negara ialah
Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
Lagu Kebangsaan ialah
Indonesia Raya. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
Ketentuan lebih
lanjut mengenai Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan
diatur dalam undang-undang. **)
**) Perubahan II
18 Agustus 2000.
Berikut ini naskah Bab
I UUD 1945 yang telah diamandemen tentang Perubahan Undang-Undang Dasar
PERUBAHAN
UNDANG-UNDANG DASAR
   (1)  Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar
dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan
oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.
****)
   (2)  Setiap usul perubahan pasal-pasal
Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas
bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. ****)
   (3)  Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang
Dasar, sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya
2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. ****)
   (4)  Putusan untuk mengubah pasal-pasal
Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh
persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota Majelis Permusyawaratan
Rakyat. ****)
   (5)  Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan
Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. ****)
Segala peraturan
perundang-undangan yang ada masih tetap berlaku selama belum diadakan yang baru
menurut Undang-Undang Dasar ini. ****)
Semua lembaga negara
yang ada masih tetap berfungsi sepanjang untuk melaksanakan ketentuan
Undang-Undang Dasar dan belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar
ini. ****)
Mahkamah Konstitusi
dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala
kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah Agung. ****)
Majelis
Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan
status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan
Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis
Permusyawaratan Rakyat tahun 2003. ****)
Dengan ditetapkannya
perubahan Undang-Undang Dasar ini, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal. ****)
Perubahan tersebut
diputuskan dalam Rapat Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik
Indonesia ke-6 (lanjutan) tanggal 10 Agustus 2002 Sidang Tahunan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, dan mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan. ****)
****) Perubahan IV 10 Agustus 2002

Bagi yang mau membaca Naskah UUD 1945 sebelum adanya
Perubahan atau Sebelum diAmandemen
(Baca DISINI)

Demikian info
tentang naskah UUD 1945 (UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN
1945)
yang telah diamandemen atau telah mengalami perubahan. Naskah UUD
1945 dibuat dalam versi doc atau word. Dengan adanya Naskah UUD 1945 versi
doc atau word
ini guru atau siswa akan mudah mengcopy sehingga diharapkan
dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran di sekolah. Terima kasih semoga ada
manfaatnya. 

READ ALSO :   KETERAMPILAN ABAD 21 - PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

===================================

Tinggalkan komentar