PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 48 TAHUN 2022 TENTANG PENERIMAAN MAHASISWA BARU DI PTN

Permendikbudristek nomor 48 tahun 2022 tentang penerimaan mahasiswa baru PTN

ainamulyana.blogspot.com Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN

(Dikti) dikeluarkan dengan pertimbangan: a) bahwa arah kebijakan transformasi pendidikan tinggi bertujuan untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi multidisiplin dan memiliki landasan yang kuat dalam disiplin utama masing-masing program studi; b) bahwa arah kebijakan transformasi pendidikan tinggi dilaksanakan dalam mekanisme penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri secara nasional dan mandiri yang sejalan dengan semangat belajar mandiri dalam rangka mendorong peningkatan dan peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi. tingkat sebelumnya; c) bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana di Perguruan Tinggi Negeri belum memenuhi kebutuhan sistem penerimaan PTN yang ada saat ini, sehingga perlu diganti; d) bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Sarjana Program di Perguruan Tinggi Negeri.

Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN diselenggarakan dengan prinsip: a) adil, yaitu memberikan kesempatan yang terbuka tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan, dengan afirmasi kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi; b) akuntabel, yang dilakukan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas; c) fleksibel, yaitu memberikan keleluasaan kepada calon mahasiswa untuk memilih jalur seleksi, program studi, dan PTN yang dituju; d) efisien, yaitu penyelenggaraan tes masuk PTN dengan menggunakan sumber daya secara optimal; e) transparan, yaitu pelaksanaan penerimaan PTN baru dilakukan secara terbuka dan hasil pelaksanaannya mudah diakses; dan f) larangan benturan kepentingan yaitu pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru PTN dengan memperhatikan hasil seleksi akademik dan menghindari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) bahwa ruang lingkup penerimaan mahasiswa baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN terdiri dari program-program sebagai berikut: a) tiga diploma; b) empat diploma atau gelar sarjana terapan; dan c) sarjana.

READ ALSO :   KESATUAN INDONESIA DAN KARAKTERISTIK DAERAH

Penerimaan Mahasiswa Baru dilakukan melalui: a) seleksi nasional berdasarkan prestasi; b) seleksi nasional berdasarkan tes; dan c) seleksi mandiri oleh PTN.

Seleksi nasional berdasarkan prestasi meliputi prestasi akademik dan/atau non akademik. Seleksi nasional berdasarkan prestasi dilaksanakan berdasarkan 2 (dua) komponen, yaitu: a) komponen pertama, yang dihitung berdasarkan rata-rata nilai rapor semua mata pelajaran paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari bobot dari penilaian; dan b) komponen kedua, yang dihitung berdasarkan rapor paling banyak 2 (dua) mata pelajaran pendukung untuk Program Studi yang dituju, portofolio, dan/atau capaian paling banyak 50% (lima puluh persen) dari bobot penilaian. . Komposisi persentase komponen pertama dan kedua ditentukan oleh masing-masing PTN dengan total 100% (seratus persen).

Mata kuliah penunjang Program Studi ditetapkan oleh Menteri. Prestasi ditentukan oleh masing-masing PTN. Portofolio dikhususkan untuk Prodi Seni dan Prodi Keolahragaan dan ditentukan oleh masing-masing PTN. PTN dapat menambahkan persyaratan selain komponen untuk Program Studi tertentu yang memerlukan keahlian tertentu. Persyaratan tambahan diajukan oleh PTN ke Kementerian.

Seleksi nasional berdasarkan tes dilakukan dengan menggunakan tes berbasis komputer yang terstandarisasi. Tes terstandar adalah tes yang mengukur potensi kognitif, penalaran matematis, literasi bahasa Indonesia, dan literasi bahasa Inggris. Seleksi nasional berdasarkan tes dapat dilaksanakan beberapa kali dalam tahun berjalan dan setiap calon mahasiswa dapat mengikuti maksimal 2 (dua) kali seleksi nasional berdasarkan tes.

Dalam pelaksanaan seleksi nasional berdasarkan ujian sebagaimana dimaksud, PTN dapat menambah portofolio persyaratan untuk Program Studi Seni dan Program Studi Keolahragaan. PTN dapat menambah persyaratan selain portofolio untuk Program Studi tertentu yang membutuhkan keahlian tertentu. Persyaratan tambahan diajukan oleh PTN ke Kementerian.

Seleksi mandiri oleh PTN didasarkan pada seleksi akademik dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial. Sebelum pelaksanaan seleksi mandiri oleh PTN, PTN mengumumkan tata cara seleksi kepada masyarakat yang sekurang-kurangnya memuat: a) jumlah calon mahasiswa yang akan diterima oleh masing-masing Program Studi/fakultas; b) metode penilaian calon siswa, terdiri dari: (1) tes mandiri; (2) uji kerjasama melalui konsorsium perguruan tinggi; (3) memanfaatkan nilai hasil seleksi nasional berdasarkan ujian; dan/atau (4) metode evaluasi siswa lain yang diperlukan; c) besaran biaya atau cara penetapan besarnya biaya yang dibebankan kepada calon mahasiswa yang lulus seleksi; dan d) calon mahasiswa atau masyarakat dapat melaporkan melalui saluran pelaporan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system) Kementerian jika memiliki bukti awal pelanggaran peraturan dalam proses seleksi.

READ ALSO :   REKRUITMEN PKH PKH PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2022

Setelah terselenggaranya seleksi mandiri oleh PTN sebagaimana dimaksud, PTN mengumumkan kepada masyarakat sekurang-kurangnya sebagai berikut: a) jumlah peserta seleksi yang lolos seleksi dan sisa kuota yang belum terisi; b) jangka waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman hasil seleksi; c) tata cara sanggahan hasil seleksi; dan d) calon mahasiswa atau masyarakat dapat melaporkan melalui saluran pelaporan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system) Kementerian jika memiliki bukti awal pelanggaran peraturan dalam proses seleksi. Pengumuman sebagaimana dimaksud di atas dilakukan pada setiap gelombang seleksi secara mandiri oleh PTN. Rincian prosedur seleksi secara mandiri oleh PTN ditentukan oleh masing-masing Pimpinan PTN.

Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pelaksanaan dan pengumuman hasil seleksi nasional berdasarkan prestasi dilakukan sebelum pelaksanaan seleksi nasional berbasis tes. Pelaksanaan seleksi nasional berdasarkan prestasi dimulai dari proses pendaftaran sampai dengan pelaksanaan seleksi prestasi.

Lanjut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN (Dikti), menyatakan bahwa pelaksanaan seleksi nasional berdasarkan ujian dapat dilaksanakan pada semester akhir tahun ajaran berjalan sebelum pengumuman kelulusan untuk pendidikan menengah sampai dengan setelah pengumuman kelulusan untuk pendidikan menengah pada akademik yang sedang berjalan. tahun. Pelaksanaan seleksi nasional berbasis tes dimulai dari proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes. Pengumuman hasil seleksi nasional berdasarkan tes dilakukan setelah pengumuman kelulusan pendidikan menengah.

Pelaksanaan seleksi mandiri oleh PTN dilakukan setelah pengumuman hasil seleksi nasional berdasarkan tes. Pengumuman hasil seleksi mandiri oleh PTN dilakukan paling lambat akhir Juli tahun berjalan. Dalam hal setelah pengumuman hasil seleksi mandiri oleh PTN, jumlah calon mahasiswa yang lulus seleksi pada Program Studi PTN belum mencapai 50% (lima puluh persen) dari total Daya tampung Program Studi, PTN dapat memperpanjang gelombang seleksi secara mandiri di Program Studi sampai dengan tanggal 15 Agustus tahun berjalan.

READ ALSO :   PERATURAN TENTANG TATA CARA PERMOHONAN CUTI PPPK

Jangka waktu pelaksanaan dan pengumuman seleksi nasional berdasarkan prestasi dan seleksi nasional berdasarkan ujian ditetapkan oleh Kementerian.

Kriteria dan penetapan hasil seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes, dan seleksi mandiri oleh PTN merupakan kewenangan Pimpinan PTN. Pimpinan PTN wajib memberikan data calon mahasiswa dan hasil seleksi masuk PTN dari setiap jalur kepada Menteri.

Persyaratan peserta seleksi nasional berdasarkan prestasi adalah sebagai berikut: a) mahasiswa tingkat akhir pada pendidikan menengah yang akan lulus pada tahun berjalan; b) memiliki prestasi akademik dan/atau non akademik yang baik dan konsisten; c) memasukkan kuota peringkat terbaik di sekolah yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah; dan d) memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Kriteria pencapaian prestasi akademik dan/atau non akademik yang baik dan konsisten serta masuk dalam kuota peringkat terbaik di sekolah ditetapkan oleh Kementerian. Penetapan calon mahasiswa terpilih melalui seleksi nasional berdasarkan prestasi dilakukan oleh masing-masing PTN.

Selengkapnya silakan unduh dan baca Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN (Perguruan Tinggi Negeri).



Unduh Tautan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN DI SINI

Baca Juga!!!Kepmendikbudristek Nomor 345/M/2022 tentang Mata Kuliah Penunjang Program Studi Dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi

Ini adalah informasi tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana di PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Semoga ada manfaatnya. (ainamulyana.blogspot.com)



Tinggalkan komentar