PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES

Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses

Bagi guru yang akan merancang pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru atau pembelajaran yang berpihak pada siswa, lebih baik membaca Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah sebagai salah satu landasan baik dalam merencanakan maupun melaksanakan pembelajaran.



Tautan unduhan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses

Sahabat ainamulyana.blospot.com, Standar Proses Pendidikan (SPP) adalah standar nasional pendidikan (SNP) terkait penyelenggaraan pembelajaran pada suatu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Selain standar proses pendidikan (SPP), terdapat juga standar lain yang diatur dalam SNP, seperti: standar kompetensi lulusan (SKL), standar isi (SI), standar pendidik dan tenaga kependidikan (Kompetensi Guru), fasilitas dan standar infrastruktur, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.

Pembelajaran paradigma baru adalah pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Paradigma pembelajaran baru memastikan praktik pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.

Pembelajaran paradigma baru dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas (intrakurikuler) dan di luar kelas (kokurikuler dan ekstrakurikuler). Pembelajaran intrakurikuler dilakukan secara diferensiasi sehingga siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih alat pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswanya. Pembelajaran ko-kurikuler memiliki prinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum. Pembelajaran ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat siswa dan sumber daya satuan pengajaran.

Setidaknya ada 5 prinsip pembelajaran paradigma baru. Prinsip-prinsip tersebut dijadikan sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan penilaian. Pertama, pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian siswa saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

READ ALSO :   CARA DAFTAR PERUSAHAAN PROSES PRODUK HALAL TAHUN 2022

Prinsip kedua, pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ketiga, proses pembelajaran mendukung pengembangan kompetensi dan karakter siswa secara holistik. Keempat, pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai dengan konteks, lingkungan, dan budaya siswa, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra. Dan prinsip kelima adalah pembelajaran berorientasi masa depan yang berkelanjutan

Untuk dapat lebih memahami tentang mempelajari paradigma baru, jangan lupa untuk membaca Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pendidikan pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat, karena regulasi merupakan salah satu dasar dalam merencanakan dan melaksanakan paradigma baru pembelajaran.

Ini adalah informasi tentang Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Tingkat Pendidikan Dasar, dan Tingkat Pendidikan Menengah. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan komentar